Bab ini akan membahas cara mengatur modal dan memproyeksikan keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dalam setiap transaksi.
MANAJEMEN KEUANGANBab ini akan menjadi bab yang sangat penting, tetapi sering dilupakan begitu saja.
Apa pentingnya...? Anda ada di sini karena berharap bahwa bisnis valas yang sedang dikerjakan akan menghasilkan keuntungan. Supaya keuntungan yang diperoleh terus bertambah, Anda harus belajar mengaturnya. Bnyak trader yang begitu antusias untuk bertransaksi tanpa mempedulikan cara mengatur modal yang dimilikinya. Mereka berharap untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam satu kali transaksi dan mereka akan mempertaruhkan seluruh modal yang mereka miliki dalam transaksi tersebut.
Lalu, apa yang terjadi? Mereka kehilangan seluruh modal dan menjadi bangkrut.
Tanpa pengaturan keuangan yang benar, Anda akan sama dengan seorang penjudi. Bisnis yang sedang Anda kerjakan tanpa perlindungan pengaturan keuangan yang benar tidak akan berhasil dalam jangka panjang. Jika Anda beranggapan bahwa bertransaksi dengan cara 'judi' lebih menguntungkan, maka pertimbangkanlah hasil penelitian berikut.
Sebuah penelitian terhadap keuntungan di sebuah Kasino di Las Vegas, Nevada, mendapati kenyataan bahwa orang-orang berjudi dengan harapan agar bsa mendapatkan Jackpot (keunutungan besar berkali lipat pada satu kali transaksi judi) dan kadang ada beberapa orang yang menang. Jika orang-orang tersebut menang, mengapa Kasino masih bisa menghasilkan keuntungan, dan keuntungan yang didapat dari industri Kasino sangatlah besar (sehingga banyak usahawan yang menanamkan sahamnya dalam usaha tersebut, bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa Putra Sampoerna menanamkan sebagian kekayaannya di dalamnya).
Kasino tetap memperoleh keuntungan karena pada jangka panjang, jauh lebih banyak orang yang tidak menang dibandingkan mereka yang menang. Oleh karena itu ada istilah “bandar tidak mungkin kalah – the house always win”
Statistik juga menunjukkan bahwa keuntungan seseorang yang menang judi juga akan habis di meja judi.
DRAWDOWN & MAXIMUM DRAWDOWNSebagai contoh, Anda memiliki account $100.000 dan rugi $50.000. Berapa presentase kerugian Anda? Jawabannya adalah 50%. Sederhana bukan?
Selanjutnya, dalam rangka mengembalikan modal Anda menjadi $100.000, berapa persen beban yang harus Anda tanggung? Apakah 50%? Ternyata yang benar adalah 100%. Kerugoian tersebut di atas disebut drawdown. Jika Anda kehilangan 25% dari modal, maka dikatakan Anda mengalami 25% drawdown.
Semakin besar drawdown yang Anda alami, akan semakin besar (jauh lebih besar) beban untuk memulihkannya. Besarnya beban untuk memulihkan modal terjadi karena terjadi faktor menciutnya modal dan presentase kemenangan.
Apabila Anda memiliki sisten yang bisa menghasilkan 70% keuntungan, bukan berarti bila setelah bertransaksi 10x. Anda akan menang 7 kali dan rugi 3 kali. Sistem Anda bisa saja menggunakan rasio 2:1, artinya 1 kali kemenangan sama nilainya dengan 2 kali kekalahan. Dengan demikian, ketika Anda kalah 50% pada seluruh jumlah transaksi yang ada, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan di atas 70%.
Bagaimana anda mengetahui bahwa dalam 10 transaksi, 7 transaksi pertama akan menguntungkan dan baru 3 transaksi berukutnya akan rugi. Bagaimana kalau rugi 3 kali dahulu baru sisanya yang untung bagaimana jika 100 transksi dan 30 transaksi pertama anda rugi. Mampukah modal anda dapat terus bertahan untuk menghasilkan keuntungan pada transksi lain?
Disitu pentingnya money menagement, yakni agar anda dapat terus bertransaksi dan menghasilkan keuntungan.
Berikut sebuah ilkustrasi trader A dab Trader B.
Trader A mengataur agar hanya 2% resiko kehilangan pada setiap trasaksi.
Trader B me ngatur hanya 10% resiko kehilangan pada setiap trasaksi.

Apabila masing-masing trader memiliki sistem yang bisa menghasilkan 80% kemungkinan profit, kerugian pada 20 transaksi pertama dialami sebelum mengalami keuntungan di transaksi berikutnya. Trader A akan bisa menikmati keuntungan pada transaksi ke-21, 22, 23, dan seterusnya karena dia masih memiliki cukup modal untuk melanjutkan transaksinya. Sebaliknya, trader B tidak dapat melakukannya karena dia kehilangan hampir seluruh modalnya.
berikut gambaran bebean yang harus ditanggung untuk mengembalikan modal ke nialai sebelumnya
RISK TO REWARD
Cara lain utnuk mendapatkan keuntungan lebih adalah menggunakan rasio keuntungan, misalnya rasionya 2:1 atau 3:1.
Semakin tinggi rasio yang digunakan, akan semakin sulit mencapainya sehingga kemungkinan transaksi yang menang dibandingkan transaksi yang kalah akan semakin kecil.
Beberapa tip seputar Money Management1.Atur risiko setiap transaksi pada 2%, bisa lebih besar (sampai 5%) untuk account di bawah $5000. Pengaturan risiko dapat dilakukan melalui mekanisme stop loss, yang akan dibahas pada point ke-2
2.Selalu gunakan Stop Loss
Mekanisme penggunaan Stop Loss
a. Posisi stop loss menyesuaikan dengan time frame yang Anda pakai. Semakin besar Time Frame yang Anda pakai, akan semakin besar interval stop loss yang anda pasang.
b. Interval stop loss minimal adalah sebesar channel yang terbentuk atau sebesar nilai resiko per transaksi yang telah Anda tentukan sebelumnya.
c. Jangan mengubah nilai stop loss dengan alasan apapun, sekalipub pergerakan harga mendekati nilai stop loss.
Contoh kasus :
Misalnya, Anda memiliki account $1500 dan risiko yang Anda ambil adalah sekitar 2% untuk setiap transaksi ($30). Anda mengambil 10.000 unit dimana 1 pip = 1$.
Chart bergerak trending dan membentuk Channel dengan lebar/diameter sekitar 20 pip.
a. Nilai Stop Loss sesuai besaran risiko per transaksi maksimal = 30 pip
b. Nilai Stop Loss sesuai besaran interval channel = 20 pip – 30 pip.
3.Never Over Trade
Bertransaksi dengan 2 lot lebih menguntungkan dibandingkan 1 lot. Penggunaan 2 lot memungkinkan Anda untuk dapat melakukan reposisi, hedging, dan tindakan pencegahan lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap transaksi membutuhkan margin deposit dan setiap margin akan mengambil sebagian account. Bijaksanalah dalam menggunakan margin, jangan sampai Anda melakukan transaksi beberapa posisi sekaligus (overtrading), karen ahal tersebut akan sangat membahayakan modal Anda.
4.Never let a profit run into a loss
Gunakan trailing stop untuk mengamankan posisi Anda, jangan sampai keuntngan yang ada di depan mata berubah menjadi kerugian. Berhati-hatilah agar posisi Anda tidak sampia trailing stop, berikan tempat agar Chart bisa bergerak sell/turun.
5.Cut your losses
Anda yang menggunakan mental stop loss segeralah keluar dari posisis bila telah mencapai risiko yang Anda perkirakan terjadi. Jangan berharap Chart akan berbalik ke arah yang Anda inginkan dan mengembalikan kerugian yang telah timbul.
6.Always go with the trend
7.No position is a position too
Tidak setiap waktu Anda harus mengambil posisi. Anda berada di mana Anda perlu mengamati. Tidak mengambil posisi lagis ebuah posisi.
8.Pisahkan Account Anda
Jika account Anda mulai bertambah karen sistem yang sudah bekerja dengan baik, jangan lupa pisahkan account asli Anda dengan hasil keuntungan.
terimakasih semoga bermanfaat